Kamis, 20 Juli 2017

MENGAPA E-COMMERCE BANYAK MUNCUL BESERTA DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF

Tidak dapat dipungkiri bahwa e-commerce di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan pengguna teknologinya juga yang meningkat.
Menurut data statistik yang dikutip dari Datamaya.com, “Lebih dari 50% pengguna smartphone melihat smartphone mereka setidak-tidaknya 1x dalam 1 jam, dan lebih dari 10% darinya mengecek smartphone mereka setiap beberapa menit”,  sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa e-commerce bisa menjadi peluang yang menjanjikan.
Meski sebelumnya sempat menuai pro dan kontra mengingat banyaknya penipuan pada bisnis online, namun dari waktu ke waktu e-commerce pada akhirnya bisa diterima oleh masyarakat.
Lebih dari itu, tidak sedikit masyarakat justru menjadi pelanggan dari bisnis yang menggunakan internet. Saat ini bahkan banyak situs bisnis online yang tidak hanya resmi tetapi juga diiklankan di televisi. Ini tentunya menjadi bukti nyata bahwa e-commerce tidak hanya berkembang tetapi juga diterima oleh masyarakat dunia.
Lalu, untuk Indonesia sendiri, ada faktor faktor yang mendukung perkembangan e-commerce sebagai berikut :

1. Jumlah Penduduk Indonesia dan Karakter Konsumtif

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang padat. Dengan demikian kebutuhan masyarakat Indonesia akan toko tentu saja semakin bertambah. Apalagi, karakter masyarakat Indonesia itu sendiri terbilang konsumtif dalam berbelanja.
Dengan demikian, jumlah penduduk serta karakter masyarakat Indonesia yang konsumtif menjadi faktor pertama yang mendorong perkembangan e-commerce di Indonesia.
Apabila hal ini tidak segera disadari dengan cepat, lambat laun hal ini dapat merugikan diri sendiri karena tidak berfokus pada apa yang menjadi kebutuhan, tapi lebih mementingkan keinginan semata.

2. Bertambahnya Pengguna Smartphone dan Internet di Indonesia

Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna internet yang cukup tinggi. Ini menjadi faktor lainnya yang mendorong perkembangan e-commerce di Indonesia. Apalagi, kemacetan di Indonesia akibat semakin banyaknya penduduk serta semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi pada akhirnya menjadikan masyarakat Indonesia khususnya pengguna internet untuk memilih berbelanja secara online.
Apalagi, pengguna smartphone di Indonesia semakin banyak saja. Ini tentunya semakin mempermudah masyarakat untuk mengakses internet serta berbelanja secara online.

3. E-Commerce Lebih Praktis dan Menjangkau Cakupan yang Lebih Luas

Faktor lain yang juga mempengaruhi perkembangan e-commerce di Indonesia adalah kemudahan yang diberikan oleh bisnis online dibanding toko offline. Apalagi transaksinya dianggap lebih mudah, termasuk proses berbelanja yang lebih menghemat waktu. Hal ini dianggap lebih praktis, cepat dan mudah karena berbagai  mobilitas masyarakat Indonesia (khususnya Jakarta dan kota besar) yang umumnya dipadati dengan berbagai aktivitas.
Lebih dari itu e-commerce juga memiliki cakupan yang lebih luas, bisa di akses oleh seluruh masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Hal ini yang mendasari bahwa e-commerce bisa menjadi primadona dan menjadi pilihan banyak orang.
E-commerce menjadi industri yang perkembangannya dianggap sangat cepat. Ini tentunya tidak lepas dari faktor pendukung di atas yang membuat e-commerce di Indonesia menjadi menarik di mana masyarakat terjun di dalamnya.
Namun tentu saja, kita harus selalu berhati-hati dalam aktivitas belanja online karena akan selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan semata hanya untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, kunci dari semua ini adalah kewaspadaan dan ketelitian dalam memilih.

Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Dampak negatifnya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

PENGARUH INTERNET MARKETING BAGI PERUSAHAAN PT.TVI EXPRESS

Teknologi internet saat ini cukup berkembang pesat didukung pula dengan meningkatnya pengguna internet. Teknologi internet ini digunakan untuk mencari informasi, meningkatkan informasi yang ingin mereka ketahui, bahkan untuk mencari pendapatan tambahan. Pengguna internet pun mulai memanfaatkan teknologi tersebut. Mereka semakin mengenal lebih jauh terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih dimana ruang lingkupnya sudah meluas hingga mendominasi kegiatan sehari-hari baik di kantor, di sekolah maupun di rumah.
Pada awalnya, teknologi tersebut berkembang dari mesin yang kita sebut dengan pc/komputer, lalu berkembang munculnya teknologi telekomunikasi yang kita kenal dengan telepon seluler (handphone), dan mulai terjadi pembauran perkembangan teknologi dikenal dengan istilah digital mobile yaitu teknologi handphone dan internet, seperti teknologi lainnya yaitu munculnya I-Pad, Tablet, dan lainnya. 
Internet tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari dan penyebar informasi tetapi sudah meluas dan berkembang penggunaannya melalui sarana media komunikasi sosial (social networking media) seperti Friendster, Facebook, Twitter dan akun sosial media lainnya. Teknologi internet ini digunakan sebagai lahan untuk berbisnis dimana perusahaan dapat memberikan pelayanan khusus dan pengguna (customer) bisa mendapatkan kebutuhan sesuai yang diinginkannya. 
Berkembangnya teknologi internet ternyata berdampak terhadap perkembangan ekonomi di dalam suatu negara. Dampak tersebut terlihat dalam suatu perusahaan, dimana perkembangan teknologi internet justru sangat mendukung dari segi mobilitas, efektifitas dan efisiensi perusahaan.
Dilihat dari segi efektifitas dan efisiensinya, teknologi internet memudahkan dalam melakukan pencarian segala informasi dengan biaya pengeluaran yang minimal, dan meningkatkan biaya profit produksi tenaga kerja pada perusahaan sehingga berpengaruh terhadap pengembangan teknik marketing perusahaan. Teknik ini dibutuhkan supaya lebih cepat dan mudah dalam mendapatkan konsumen.
Keuntungan menggunakan teknologi internet ini dilihat oleh para produsen untuk berinisiatif meningkatkan biaya profit produksi pemasarannya dengan melalui teknologi internet saja yaitu dengan menggunakan network marketing/direct selling online. Teknik pemasaran melalui teknologi internet membawa munculnya sebuah sistem pemasaran bisnis internet yang dipasarkan secara online. Sistim bisnis online pada media internet ini banyak digunakan oleh para produsen lainnya untuk memberikan janji kesuksesan dan keberhasilan juga menawarkan kekayaan dalam waktu yang singkat yang dapat menggiurkan para user/pengguna internet.
Kegiatan pemasaran melalui sistim bisnis online yang menggunakan media internet dikenal dengan istilah Internet Marketing. Umumnya meliputi dengan hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli termasuk dalam penulisan kalimat-kalimat pemasaran atau copywriting. Contohnya seperti kegiatan pembuatan desain web (web design), periklanan dengan menggunakan banner, promosi perusahaan lewat mesin pencari informasi (search engine), surat elektronik (e-mail), iklan melalui surat elektronik (e-mail advertising), pemasaran afiliasi (affiliate marketing), advertensi interaktif (interactive advertising), dan lain-lain. 
Media internet dipakai sebagai alat komunikasi marketing secara online. Istilah yang dipakai dari komunikasi marketing secara online sering disebut dengan online marketing communication. Dimana, unsur dari komunikasi marketing dalam internet tersebut meliputi: iklan, sales promotion, public relations, direct marketing dan personal selling.
Perusahaan yang mampu mengembangkan online marketing communication dalam melakukan akses informasi pasar, mengetahui cara pembentukan kemitraan usaha, mengetahui strategi bisnis, serta pembuatan dokumen-dokumen layanan bisnis secara elektronik (e-business service) adalah perusahaan yang telah siap untuk mengikuti tren pasar dan memanfaatkan media internet dalam mengembangkan bisnis yang dijalankannya. Dimana dalam buku Word of Marketing menjelaskan bahwa di tahun 2008 lalu, pengguna internet di seluruh dunia mencapai 750 juta orang dan sebanyak 50% (persen) pengguna internet berbelanja secara online. Model pemasaran e-business tersebut meliputi model pemasaran B2C dan B2B.
Dalam pelayanan bisnis secara elektronik (e-business service) sering disebut dengan istilah e-commerce (electronic commerce). E-commerce memperbolehkan para pemasarnya untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Dari proses tersebut konsumen baik luar negeri maupun dalam negeri mulai mengenal perdagangan barang dan jasa melalui internet.
Proses transaksi perdagangan barang dan jasa yang terjadi di internet merupakan hal yang baru bagi konsumen di Indonesia dimana umumnya konsumen lebih dominan untuk membeli barang secara langsung di toko ataupun pesanan melalui telepon. Dengan semakin terbukanya peluang dan murahnya akses internet, di dukung handalnya jasa kurir (TIKI, JNE, Pos Express dan lain-lain) dalam beberapa tahun terakhir ini mengubah perilaku konsumen dan trend pembelian online oleh konsumen di Indonesia. 
Terutama untuk di beberapa website seperti di Friendster dan Facebook, gejala e-commerce dapat pula dilihat di situs lain seperti Tokopedia.com, Ebay Indonesia dan tentunya Kaskus. Situs lokal tersebut awalnya hanya menjadi saluran promosi, dengan menyediakan kemampuan bertransaksi online dengan metode paypal ataupun Klik BCA. Contohnya: Bhinneka.com yang sejak tahun 2009 telah menjalin kerjasama dengan pihak BCA untuk mempermudah proses pembayaran secara elektronik yang selama ini tidak dapat dilakukan secara online.
Peluang tersebut telah dilihat oleh perusahaan TVI Express di Indonesia yaitu PT TVI Express Indonesia. TVI Express merupakan salah satu perusahaan tur dan travel yang cukup berkembang baik nasional maupun internasional, perusahaan ini mengembangkan strategi bisnis pemasarannya di bidang pemasaran online melalui media internet marketing dengan menggunakan network marketing/direct selling dimana sistemnya dapat digunakan oleh pengguna (konsumen) lainnya. Adapun perusahaan lain di Indonesia yang menggunakan teknik pemasaran internet marketing tetapi masih menggabungkan dengan teknik personal selling seperti perusahaan Oriflame, dan Sophie Martin Indonesia.
TVI Express Indonesia (Travel Venture International Express Indonesia) berada di bawah naungan TVI Express (Travel Venture International Express), merupakan sebuah perusahaan yang cukup eksis di Indonesia sejak tahun 2009 lalu. TVI Express memiliki aliansi dan mitra channel di seluruh dunia. PT TVI Express, menawarkan produk secara online yang bertautan dengan peluang bisnis global. Sistem bisnis ini diakui dan disahkan oleh para ahli di dunia, dan sistim ini mudah untuk diikuti oleh siapa saja asalkan identitas umurnya telah berusia diatas 18 (delapan belas) tahun atau warga negara yang sudah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Sistem yang dimiliki oleh TVI Express menggabungkan 3 (tiga) inti bisnis yang meliputi Tur dan Wisata, Internet dan Bisnis yang berbasis di rumah (Home Based Internet). Sistim ini merupakan sistim terbaru yang cukup diminati karena memiliki perkembangan yang pesat, karena dalam beberapa bulan (dari awal tahun 2009 hingga saat ini telah berkembang di Indonesia), banyak kalangan terlibat dalam bisnis ini dari kalangan politikus, selebritis, tokoh masyarakat dan para publik figure. Mereka pun tidak enggan untuk dijadikan ikon dari bisnis online travel TVI Express. TVI Express juga berkembang di daerah luar Jawa di Indonesia, dimana pertumbuhannya cukup menakjubkan yang tidak hanya berkembang secara jaringan (network) juga memberikan penghasilan tambahan bagi para sales dan member TVI Express.
Para mitra TVI Express Indonesia ada yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, bila dilihat dari golongan kelas rakyat, mereka termasuk salah satu konsumen yang belum memahami lebih jauh mengenai penggunaan internet. Dalam TVI Express, mereka mau tidak mau diharuskan untuk belajar menggunakan sistem di web TVI Express yaitu dengan mengakses website TVI Express Indonesia yaitu melalui http://indotviexpress.wordpress.com/ dan melakukan hubungan transaksi secara online dalam memanfaatkan web TVI Express.
TVI Express memberikan berbagai kemudahan dan penawaran dalam menjalankan bisnis Tur dan Travel dari segi bisnis internet dan home based internet yang setiap saat dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sehingga membuat peneliti ingin membahas lebih jauh bagaimana strategi internet marketing yang dijalankan oleh TVI Express (PT TVI Express Indonesia).

Exercise 10: Subject-Verb Agreement

Answer : Jhon along with twenty friends are planning a party The picture of the soldiers bring  back many memories. The quality o...